Melawan Dinginnya Dataran Tinggi Dieng

Dieng, populer dengan sebutan Negeri Atas Awan, Dataran Tinggi tempat bermukimnya para Dewa, desa tertinggi di pulau Jawa dan embun upas yang menakutkan bagi para petani sayuran

Begitu memasuki gapura atau pintu gerbang kawasan Dataran Tinggi Dieng, posisi saya saat itu sudah berada di dataran dengan ketinggian 2093 mdpl. Saya berdiri persis dimana awan diletakkan, berdampingan dengan rumah para Dewa yang dipuja umat Hindu dan badan saya lebih dekat dengan flu, hidung mulai tersedu karena gagal berproses aklimatisasi dengan rasa dingin. Badan mulai menggigil ditambah lupa bawa jaket. Lengkap sudah penderitaan dari awal saat menuju dataran paling tinggi di Pulau Jawa ini.

Tuk Bima Lukar Dieng
Sebelum menuruni tangga Tuk Bima Lukar, Anda bisa melihat sebuah tangga yang menjulang tinggi. Arahnya menuju lokasi perladangan masyarakat. Dari tempat tertinggi ini bisa melihat kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng lebih leluasa.

Minggir sejenak di pelataran parkir dekat gapura selamat datang di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng dan disambut suara gemericik air dari pancuran. Tuk Bima Lukar, pusat dan sarana petirtaan dari abad VII – VIII Masehi yang dibangun oleh umat Hindu Kuno untuk pendukung upacara peribadatan mereka.

Satu-satunya yang masih asli dan berfungsi hingga saat ini adalah Jaladwara, kedua buah pancuran air yang berwujud kepala makara, sosok hewan mistis yang memiliki belalai seperti gajah yang diangkat setengah (ditekuk) hingga sebagian menempel di dahi.

Tugu Selamat Datang wisata dieng
Selamat Datang di Dieng, tugu selamat datang ini tidak jauh lokasinya dengan Tuk Bima Lukar. Anda cukup berhenti sekali untuk berpose bersama sekaligus mengunjungi bangunan petirtaan dan sekaligus mata air purba yang dibangun oleh masyarakat Hindu kuno.

Mata Air Bima Lukar, dikenal sebagai sumber air yang mengaliri dan membentuk Sungai Serayu (sira ayu). Bangunan ini mengingatkan saya pada desain arsitek Sunan Kalijogo pada setiap Masjid – masjid yang dibangunnya. Setelah memasuki Gapura (pintu taubat) dengan syarat membaca syahadat dan leburlah segala dosa kecil dan besar masa lalunya, proses selanjutnya adalah menuju kolam-kolam air untuk bersih-bersih badan.

Setelah dibersihkan dosa-dosanya jangan lupa bersihkan seluruh jasad badannya dengan air melalui tatacara bersuci, wudlu.

Salah satu Tips yang selalu saya lakukan setiap menginjakkan kaki pertama kali di ketinggian sampai saat ini adalah, secepatnya bersentuhan dengan air. Cuci muka, tangan dan kaki, semales-malesnya adalah mandi. Kalo ada kolam renang langsung nyebur terjun bebas.

jaladwara dan wisata di dataran tinggi dieng
Jaladwara dengan bentuk dasar kepala makara, menyerupai bentuk kepala gajah yang belalainya diangkat dan melingkar atau ditekuk sehingga sebagian belalainya menempel pada dahi. Terdapat 5 bentuk Jaladwara yang pernah ditemukan di candi-candi Indonesia. (efek foto seperti ini, cukup gunakan aplikasi boomerang dari instagram

Ini adalah cara dan tips mempersingkat proses aklimatisasi tubuh dengan suhu sekitar. Badan kita akan merespon cepat perbedaan drastis yang disebabkan kecepatan bergerak ke beda ketinggian. Jika gagal beradaptasi, gak lama hidung meler, kepala pusing, dan badan meriang. Gak asik banget kalo di lokasi wisata tapi meringkuk kena flu dan demam.

Kata Embah putri yang ada di Dieng, Dinginnya cuaca Dieng ini gak akan ngalahkan airnya Mas. Maksudnya, kalo gak mau kedingininan segera aja mandi…

Selama tiga malam di Dataran Tinggi Dieng, badan saya dihajar dengan ukuran 10-13°C. Lha di kereta ekonomi yang saya tumpangi aja yang AC-nya cuma berani mentok di angka 24°C aja bikin bulu hidung saya merinding, disini saya dapat potongan 50% lebih dingin lagi. Alhamdulillah, akhirnya saya masih bisa keluar hidup-hidup, terhindar dari embun upas yang biasanya hadir setiap musim kemarau (Juli – Agustus) di tiap pagi yang bisa mencapai titik beku frost sampe minus 0,5°C. Umbelku aja bisa beku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s